Laman

Sunday, September 6, 2020

Part 1: Kita Beda, Kita Sama - 2 Saudara 2 Cerita Cinta


"Semua kisah masa lalu itu mendewasakan. Perlahan-lahan membuat pandangan kita tentang kehidupan itu berubah." 
- Raditya Dika -

Di sini aku bermaksud membagi cuplikan kisah masa laluku, baik dengan keluarga, teman, maupun... mantan, iye mantan, seneng lu kalau gue sebut-sebut mantan? Hahaha. 

Aku berharap sepenggal perjalanan hidupku bisa membuat kita semakin dewasa, semakin mengerti pasang surut kehidupan, dan semakin menguatkan kita untuk menghadapi berbagai ujian (ciyeeee, sok bijak :D). 

Izinkan aku memulai kisah ini dengan memutar waktu kembali ke masa kecilku dan adikku, bertutur tentang siapa kami berdua, bagaimana karakter kami, dan pernak-pernik kisah yang melingkupi kami. Kami berdua, walaupun beda, tapi punya cerita cinta yang sama. 😊 

Tuesday, August 4, 2020

Prolog: 2 Saudara, 2 Cerita Cinta

Dulu bagiku jodoh bukan sebuah misteri, tapi sesuatu yang diusahakan untuk dicari. Kisah-kisah epic soal jodoh, dalam pikiran sederhanaku itu hanya ada dalam film, sinetron, novel atau mungkin hanya dirasakan oleh segelintir orang. Sepemahamanku, dua orang yang ditakdirkan menjadi satu (berjodoh), harus memiliki chemistry yang dibangun tidak hanya dalam sekejap, tapi butuh proses, butuh waktu, dan butuh banyak pengorbanan.

Tapi itu dulu. Aku yang sekarang tersadar akan perspektif jodoh yang lebih lengkap, utamanya dari perspektif agamaku, Islam. Ya, pasangan hidup memang harus dicari (ikhtiar), tapi di sana juga ada misteri (takdir). Chemistry wajib dibangun, tapi tidak harus terhimpun utuh dan sempurna sebelum ditakdirkan untuk berjodoh, karena chemistry bisa diramu dengan lebih berwarna, dengan banyak letupan yang mengejutkan, selepas akad nikah terucap.

Sunday, December 13, 2015

Kapan OJK Buka Rekrutmen Lagi?




Halo sobat blogger semua yang ada di seluruh penjuru dunia! Hahaha.

Sudah lama banget nih saya nggak nulis di blog. Tangan saya jadi gatel. Tapi lebih gatel lagi sebenarnya kuping dan mata saya yang kebanyakan dibombardir pertanyaan sesuai dengan judul di atas "Kapan OJK Buka Rekrutmen Lagi?" Hahahahahaha :D

Thursday, September 24, 2015

Profesi paling Efektif untuk Mengembangkan Ekonomi dan Keuangan Syariah di Indonesia

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki potensi Ekonomi dan Keuangan Syariah begitu besar. Selain karena mayoritas penduduknya muslim, Indonesia juga tercatat memiliki banyak pusat pendidikan yang mengajarkan Ekonomi dan Keuangan Islam. Sebut saja nama-nama Perguruan Tinggi ternama di Indonesia seperti Universitas Airlangga, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Indonesia yang semuanya telah memiliki jurusan Ekonomi Islam ataupun Keuangan Islam.

Namun jika dibandingkan dengan negara lain, perkembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah di Indonesia masih perlu banyak di-muhasabah (dievaluasi). Data Islamic Financial Services Industry Stability Report 2015 yang dirilis oleh Islamic Financial Services Board menunjukkan bahwa aset perbankan syariah Indonesia menempati urutan kesembilan dengan share sebesar 1,39%  dari total aset perbankan syariah dunia. Sementara itu negara tetangga kita, Malaysia, menempati peringkat ketiga dengan share 9,56%

Friday, June 12, 2015

On The Job Training bersama Kelompok D2 PCS OJK

Menyenangkan dan berkesan! Dua kata itulah yang benar-benar menggambarkan suasana On The Job Training (OJT) bersama kelompok D2. Nggak terasa ternyata hari Jum'at 12 Juni 2015 merupakan hari terakhir kita dalam program OJT. Padahal, jujur aku masih ingin lebih lama belajar dan bekerja dengan mereka para partner in crime yang tergabung dalam genk D2 hehehe. Tapi keputusan dari DPSM (Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia) OJK berkata lain, kita harus melangkah menuju program berikutnya yakni orientasi.

Wednesday, May 20, 2015

Ekonomi Islam Universitas Airlangga: Jurusan Baru, Produsen Lulusan Berkualitas

Mayoritas siswa-siswi SMA setelah lulus, pasti menginginkan masuk ke Perguruan Tinggi ternama dengan jurusan yang mampu mencetak lulusan-lulusan handal yang siap masuk dunia kerja ataupun mampu menunjukkan kualitas dan kontribusinya bagi masyarakat Indonesia. Ekonomi Islam sebagai jurusan baru di Universitas Airlangga, rasa-rasanya hampir mustahil untuk dapat menelurkan lulusan-lulusan hebat seperti jurusan-jurusan lain yang sudah established layaknya Kedokteran, Farmasi, Akuntansi, dan jurusan-jurusan lain yang sudah berdiri belasan bahkan puluhan tahun. Namun siapa sangka, Ekonomi Islam Universitas Airlangga yang baru berdiri pada tahun 2006 ternyata sudah berhasil menelurkan lulusan-lulusan berkualitas.

Friday, February 20, 2015

Hanya dalam 2 Hari, I Have to Say Good Bye pada 2 BUMN Besar

 
Nama Pertamina dan Garuda Indonesia pasti tak asing lagi di telinga kita. Tak heran jika kemudian 2 BUMN yang bergerak di sektor migas dan aviasi itu menjadi tujuan favorit bagi banyak Fresh Graduate untuk melabuhkan harapan dalam pencarian karir mereka. Jika bisa berlabuh di salah satu perusahaan milik negara tersebut pasti kita langsung update status.

Saturday, February 14, 2015

Mau Lolos FGD? Ini Tips dan Triknya

Sumber: selolong.wordpress.com

Hampir semua perusahaan atau institusi yang menggelar rekrutmen melalui jalur-jalur bergengsi untuk akselerasi karir seperti MT (Management Trainee) atau ODP (Officer Development Program), dan mungkin beberapa perusahaan memiliki "nama" rekrutmennya sendiri, di salah satu tahapannya biasanya terselip sebuah tahap yang bernama FGD (Focus Group Discussion) atau LGD (Leaderless Group Discussion). Aku tertarik untuk menulis artikel mengenai tes ini karena sangat sulit rasanya menemukan artikel, website, atau blog yang mengupas secara mendalam apa saja tips dan trik untuk lolos tahapan FGD.

Wednesday, February 11, 2015

Rekrutmen PCS OJK Batch 2: Perjalanan Tak Terungkap oleh Kata

Hari itu...
Hari Selasa. 3 Februari 2015,
Jam 15.25, 
di kantor PT Tirta Investama {Danone Aqua), Pulogadung, Jakarta Timur
Hari ke-2 bekerja sebagai MT Star Danone Aqua, 

"Hah! Ada miscall dari 021-29600000. Nomor siapa ini?," batinku

Setelah meminta bantuan mbah google, terungkap bahwa yang baru saja menelponku tadi adalah...
OJK!!!



Saturday, January 31, 2015

Never Lose Your Hope: Perjuangan Lulus Rekrutmen MT Star Danone Oktober 2014 - Januari 2015

Bagi sebagian besar orang, bekerja di sebuah perusahaan multinasional seperti Danone adalah anugerah yang luar biasa. Banyak orang bermimpi untuk bekerja disini. Sejujurnya aku tidak terlalu mendambakan untuk bekerja di Danone karena mimpi terbesarku sebagai Fresh Graduate waktu itu adalah bekerja di OJK (Otoritas Jasa Keuangan) mengingat disiplin ilmuku kental dengan nuansa keuangan dan ekonomi.

Namun, sepertinya takdir berkata lain. OJK yang waktu itu benar-benar di depan mata, ternyata malah membuatku menangis layaknya pemain bola yang kalah di partai final piala dunia. Analogi "kalah di partai final" begitu pas karena memang aku harus kandas di tahap paling akhir dalam serangkaian tes OJK yang begitu panjang dan melelahkan. Oke, sepertinya sampai di sini dulu curhat mengenai kegagalan tes di OJK, mari kita langsung to the point mengulas perjalananku di rekrutmen Danone.

Thursday, April 10, 2014

MATERI SEMINAR EKONOMI ISLAM

1. Strategi Penguatan Perbankan Syariah (Directorate of Islamic Banking, Bank Indonesia)
    http://downloads.ziddu.com/download/23677989/StrategiPenguatanPerbankanSyariah2011.pdf.html

2. Workshop Program S-3 Unair (Dr. HM. Arie Mooduto)
    http://downloads.ziddu.com/download/23678001/2011-12WorkshopProg.S-3Unair-FinalDraft.pptx.html

3.Strategi Pengembangan Bank Islam di Dunia dan di Indonesia dalam Rangka Pengembangan Ekonomi Umat (Prof. Dr. Soeroso)
   http://downloads.ziddu.com/download/23678001/2011-12WorkshopProg.S-3Unair-FinalDraft.pptx.html

4. Pengembangan Zona Kekuatan Bermakna Islami (M. Suyanto)
   http://downloads.ziddu.com/download/23678010/PengembanganZonaKekuatanInsani.ppt.html

Valedictorian Speech in Airlangga Graduation Ceremony (Rabu, 26 Maret 2014)




Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Selamat pagi salam sejahtera bagi kita semua

Yth. Rektor Universitas Airlangga
Yth. Ketua dan Anggota Senat Akademik Universitas Airlangga
Yth. Pimpinan Universitas, Fakultas dan Lembaga di lingkungan Universitas Airlangga
Yth. Segenap Civitas Akademika Universitas Airlangga
Yth. Para Undangan, Orang Tua, keluarga dan Wisudawan yang berbahagia.

Alhamdulillah. Alhamdulillahirabbil’alamin. Puja dan puji syukur pertama-tama marilah kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat, taufik, dan hidayah-Nya kita semua dapat hadir dalam acara wisuda hari ini.

Dalam kesempatan kali ini, saya mewakili para wisudawan, izinkan kami untuk menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak Rektor beserta Wakil Rektor Universitas Airlangga,

Monday, April 7, 2014

Dokumentasi Skripsi



Terhitung sejak bulan Juli 2013 sampai dengan Februari 2014, skripsi yang berjudul "Preferensi Takmir Masjid Dalam Memilih Layanan Perbankan di Surabaya (A Qualitative Multiple Case Study di Delapan Masjid)" ini akhirnya dapat selesai juga. Alhamdulillah, dengan usaha yang maksimal, doa yang tak putus dipanjatkan, serta dukungan dari berbagai pihak, penulis berhasil mendapatkan nilai yang memuaskan, di mana 5 orang dosen penguji semua sepakat untuk memberi nilai A.

Selama kurang lebih 7 bulan tersebut penulis banyak mendapatkan ilmu, pengalaman, dan koneksi utamanya terhadap takmir masjid di delapan masjid tersebut. Masjid-masjid yang menjadi objek penelitian penulis

Sunday, April 6, 2014

Jurnal: Preferensi Takmir Masjid dalam Memilih Layanan Perbankan di Surabaya



PREFERENSI TAKMIR MASJID DALAM MEMILIH LAYANAN PERBANKAN DI SURABAYA
(A QUALITATIVE MULTIPLE CASE STUDY DI DELAPAN MASJID)

Mohammad Vitrho Herrinsyah Putra
mohammadvitrho@yahoo,com
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS AIRLANGGA
Jl. Airlangga 4-6 Surabaya

ABSTRACT
In Surabaya, some mosques still place their fund in the several conventional banks which are prohibited in Islam. According to such fact, the purpose of this research is revealing the preference of mosque committee in selecting banking service.
            A qualitative approach is applied in this research with descriptive narrative analysis based on preference and consumer decision making theory. To determine the informants - 19 persons mosque committee in eight mosques: National Al-Akbar Mosque, Al-Falah Mosque, Mujahidin Mosque, Rahmat Mosque, At-Taqwa Mosque, Baiturrahman Mosque, An-Nuur Mosque, Nuril Iman Mosque – this research uses purposive sampling technique to be deeply interviewed, observed, and triangulated in order to gain valid data.

Tuesday, November 26, 2013

Mungkin Ini Bagian dari Strategi

Kasus Century memasuki babak baru. Penahanan Budi Mulya sebagai tersangka menjadikan kasus ini semakin seru. Ditambah lagi dengan langkah KPK yang baru saja memeriksa mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Wakil Presiden Boediono. Hal ini semakin membuat masyarakat tidak sabar menunggu kelanjutan episode dari kasus ini.

http://images.solopos.com/2013/03/century-bank121010b.jpg 
Beragam komentar, statement, dan pendapat terkait kasus Century mewarnai media-media di nusantara. Ini dapat dimaklumi mengingat yang dipersoalkan merupakan dana yang jumlahnya triliunan. Yang terlibat di dalamnya pun diprediksi merupakan aktor intelektual kelas kakap. Namun yang lebih menarik dari babak baru kasus ini adalah pemeriksaan Wakil Presiden Boediono yang meletupkan kontroversi di banyak kalangan.

Pengantar


Untuk Pujanggaku,
Jikalau kamu mencintaiku karena parasku, 
ketahuilah bahwa aku tidak akan selamanya cantik, 
aku tidak akan selamanya muda. 
Suatu saat Tuhan akan mengganti wajahku ini 
dan diubahnyalah menjadi kulit yang mengeriput dan mengusut. 
Di waktu itulah aku ingin kamu melihatku yang sebenarnya 
dan hanya bisa berharap kamu tidak diam 
menyesali semua pujian yang pernah kamu ucapkan itu.

Friday, August 23, 2013

Jawaban Elegan dari Sebuah Cibiran

13772517201537892805
moment of victory in fsde (Forum Studi dan Diskusi Ekonomi) UGM 2011


Jawaban Elegan dari Sebuah Cibiran
“Mungkin suatu saat nanti kita harus berterimakasih kepada orang yang telah merendahkan, menghina, membuat kita down, bahkan sampai membuat kita menangis. Karena pada saat itu kita sadar bahwa mereka lah salah satu biang kesuksesan kita …”
- Status Facebook Mohammad Vitrho -

Friday, June 21, 2013

Fenomena Hot: BBM, Fatin, dan MUI



Di tengah hiruk pikuk dan kegaduhan mengenai kebijakan pemerintah untuk menaikkan BBM, muncul kegaduhan lain yang diciptakan oleh MUI (Majelis Ulama Indonesia) dengan mencoba menolak terselenggaranya acara Miss World 2013 yang akan digelar pada September mendatang di Bali, Indonesia. Tidak cukup sampai di situ, ternyata ada statement lain dari MUI yang berusaha mengingatkan pemenang X-Factor Indonesia Session 1, Fatin Shidqia Lubis, untuk menolak tawaran tampil di acara tersebut. Tentunya, ini semakin membuat intensitas dan volume kegaduhan semakin tinggi.

Friday, May 17, 2013

JUARA 1 CALL FOR ESSAY FSDE 2011 SUBSEKTOR PERTANIAN



Call For Essay

INOVASI SKEMA PEMBIAYAAN SEKTOR PERTANIAN BERLANDASKAN PRINSIP SYARIAH



Ditulis untuk mengikuti Lomba Call For Essay FSDE UGM 2011
Dipresentasikan pada 18 November 2011 di FEB UGM
Meraih Juara 1 pada  Lomba Call For Essay FSDE UGM 2011 subsektor Pertanian

·         Barokah Sasono Raharjo
·         M. Vitrho H.P

Departemen Ekonomi Syariah
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Airlangga
2011




“Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman…”
Penggalan lagu “kolam susu” ini  sudah tidak asing lagi bagi bagi sebagian besar rakyat Indonesia khususnya para penggemar kelompok musik Koes Plus. Lagu yang menggambarkan kekayaan alam nusantara tersebut masih cukup dikenal oleh anak-anak muda di masa kini. Namun, masih relevankah lagu tersebut untuk merepresentasikan Indonesia kita saat ini? Kekayaan alam yang telah dikaruniakan kepada bangsa ini hendaknya dikelola dengan baik sehingga bermanfaat secara adil bagi seluruh rakyat Indonesia, khususnya dalam hal pemenuhan kebutuhan pangan. Bahkan jika pengelolaan yang baik tersebut terlaksana, bukan mustahil Negara Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi dunia sebagai penyedia bahan pangan.
Akan tetapi kenyataannya Indonesia saat ini dihadapkan pada permasalahan pelik, yakni ketergantungan impor bahan pangan. Berdasarkan data BPS, selama semester I 2011 (Januari-Juni), Indonesia telah mengimpor bahan pangan, baik mentah maupun olahan, senilai 5,36 milliar dollar AS atau sekitar 45 triliun rupiah dengan volume impor mencapai 11,33 juta ton. BPS mencatat, Indonesia mengimpor sedikitnya 28 komoditi pangan mulai dari beras, jagung, kedelai, gandum,terigu, gula pasir, gula tebu, daging sapi, daging ayam, mentega, minyak goreng, susu, bawang merah, bawang putih, telur,kelapa, kelapa sawit, lada, teh,kopi, cengkeh, kakao, cabai segar dingin, cabai kering tumbuk, cabai awet, tembakau dan bahkan singkong alias ubi kayu juga diimpor.
            Situasi tersebut diperparah dengan kenestapaan nasib petani. Saat ini petani sering dikonotasikan sebagai kaum marginal. Stigma yang muncul di masyarakat, petani selalu hidup pas-pasan, kesejahteraan buruk, dan merupakan profesi yang tidak  menjanjikan. Seakan yang jelek-jelek adalah milik petani. Hidup petani telah berada pada lingkaran setan (vicious circle). Stigma tersebut bukan tanpa alasan, berdasar data BPS penduduk miskin di Indonesia pada tahun 2007 tercatat 37,2 juta jiwa. Sekitar 63,4% dari jumlah tersebut berada di perdesaan dengan mata pencaharian utama di sektor pertanian. Padahal sebagai negara agraris, sektor pertanian seharusnya memperoleh perhatian khusus. Soekartawi (1996) melihat peran penting sektor pertanian di antaranya sebagai andalan mata pencaharian sebagian besar penduduk, sumbangannya terhadap PDB, kontribusi terhadap ekspor (devisa), bahan baku industri, serta dalam penyediaan bahan pangan dan gizi. Beberapa kali sektor pertanian juga terbukti mampu menjadi penyangga perekonomian nasional saat terjadi krisis ekonomi. Oleh karena itu, apabila sektor pertanian ini tidak mendapatkan perhatian yang serius maka dampak-dampak negatif seperti pengangguran, kemiskinan, krisis pangan, dan ketergantungan akan pihak asing akan semakin besar.
            Walaupun sangat strategis, sektor pertanian masih dihadapkan pada banyak masalah. Pertama, Sumber Daya Manusia yang low-educated. Kebanyakan petani tidak pernah mengenyam pendidikan tinggi sehingga pengelolaan pertanian tidak berjalan optimal. Kedua, pertanian merupakan sektor yang dianggap sangat berisiko untuk dijadikan lahan investasi. Ancaman gagal panen, serangan hama, kekeringan, dan fluktuasi harga yang tajam sering menghantui investor untuk menanam modalnya. Ketiga, keterbatasan dana atau modal petani. Masalah permodalan ini karena akses pembiayaan yang tidak dimiliki petani yang disebabkan ketidakmampuannya menyediakan agunan, terbatasnya jumlah dan jangkauan operasi bank sementara para petani rata-rata hidup di pedesaan, kondisi pertanian yang besifat long-term (jangka panjang) sementara perbankan menghadapi kebutuhan short term untuk memenuhi kebutuhan likuiditas. Akumulasi dari permasalahan di atas menyebabkan jumlah kredit yang disalurkan ke sektor pertanian hanya sekitar 5,28% dari total kredit nasional.
Pembiayaan Syariah VS Konvensional
Kendala permodalan telah menjadi fenomena umum sektor pertanian  di Indonesia. Sampai saat ini mayoritas kredit yang dikucurkan untuk sektor pertanian berasal dari pembiayaan konvensional dan berbasis bunga. Sistem pembiayaan tersebut jika ditinjau lebih lanjut ternyata memiliki dampak yang buruk bagi petani. Bunga sangat memberatkan petani, karena untuk menghasilkan profit saja petani harus bersusah payah, apalagi jika harus dibebani bunga. Diakui atau tidak, pemberlakuan sistem bunga dalam skim pembiayaan atau kredit oleh kebanyakan bank konvensional sangat kontraproduktif dengan sektor pertanian, apalagi tingkat suku bunga bank yang saat ini sangat tinggi dinilai memberatkan dan kurang berpihak terutama pada kepentingan petani sebagai komponen vital sektor pertanian. Bahkan beberapa program pemerintah yang berkaitan dengan pembiayaan untuk sektor pertanian juga tidak luput dari sistem bunga ini. Sebagai misal, kisaran tingkat suku bunga setelah subsidi sebesar 6-7% yang berlaku pada program Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E) dirasakan masih memberatkan (Deptan, 2009). Di samping itu, tingkat suku bunga yang sedemikian tinggi akan membuat iklim usaha pertanian semakin sulit karena pelaku usaha tani harus menyediakan dana setiap bulannya untuk membayar bunga kepada bank, sementara sebagian besar perhitungan keuntungan dalam usaha tani dilakukan setelah masa panen. Kondisi usaha sektor pertanian akan semakin hancur dengan sistem bunga ini, ketika bunga harus tetap dibayarkan walaupun usaha tani dalam kondisi merugi. Menyikapi hal tersebut, maka diperlukan pola pembiayaan dengan sistem syariah. Selain berbeda dengan konsep konvensional (bunga), pola yang berlaku dalam pembiayaan sistem syariah lebih berprinsip pada pola bagi hasil yang saling menguntungkan. Sudah saatnya ada sistem pembiayaan alternatif yang tidak hanya memperkuat modal usaha pertanian, namun juga mengandung nilai-nilai keadilan. Model pembiayaan syariah diharapkan menjadi salah satu solusinya.
Secara teori, ada tiga hal yang menjadi ciri dari pembiayaan berbasis syariah, yaitu (1) bebas bunga, (2) berprinsip bagi hasil dan risiko, dan (3) perhitungan bagi hasil tidak dilakukan di muka. Berbeda dengan kredit konvensional yang memperhitungkan suku bunga di depan, ekonomi syariah menghitung hasil setelah periode transaksi berakhir. Hal ini berarti dalam pembiayaan syariah pembagian hasil dilakukan setelah ada keuntungan riil, bukan berdasar hasil perhitungan spekulatif. Sistem bagi hasil ini dipandang lebih sesuai dengan iklim bisnis yang memang mempunyai potensi untung dan rugi. Baik sistem bunga maupun bagi hasil sebenarnya sama-sama dapat memberikan keuntungan bagi pemilik dana (bank/lembaga keuangan), namun keduanya mempunyai perbedaan yang sangat nyata.
Peluang Pembiayaan Syariah untuk Pertanian
Per awal November 2009 silam, masyarakat dapat menikmati layanan jasa perbankan syariah melalui 1.101 kantor bank syariah yang dioperasikan oleh 6 Bank Umum Syariah dan 25 UUS dan 138 BPR Syariah. Pertumbuhan perbankan syariah memberikan harapan akan semakin besarnya peran perbankan syariah untuk pembiayaan sektor riil, termasuk pertanian. Harapan ini setidaknya dilandasi oleh beberapa hal, pertama karakteristik pembiayaan syariah sesuai dengan kondisi bisnis pertanian. Dalam dunia bisnis (termasuk pertanian), pasang surut usaha merupakan keniscayaan. Skim pembiayaan syariah, terutama bagi hasil, sangat sesuai dengan sifat bisnis pertanian sehingga lebih memberikan rasa keadilan. Kedua, model pembiayaan syariah sudah dipraktekkan secara luas oleh petani Indonesia. Secara budaya masyarakat petani sudah mengenal model pembiayaan yang menyerupai system syariah seperti maro dan mertelu. Petani akan lebih mudah dan cepat memahami konsep pembiayaan syariah karena secara historis maupun faktual pernah atau masih mempraktekkan skim tersebut.
Ketiga, usaha di sektor pertanian merupakan bisnis riil. Hal ini sesuai dengan prinsip pembiayaan syariah yang menitikberatkan pada pembiayaan sektor riil dan melarang pembiayaan pada sektor yang spekulatif. Subprime mortgage pada tahun 2008 di Amerika dan krisis utang yang melanda Eropa saat ini merupakan dampak negatif dari investasi di sektor spekulatif.
Terakhir, skim pembiayaan syariah ini mengandung nilai yang bersifat universal dan tidak eksklusif sehingga akan mempermudah penerimaan konsep pembiayaan syariah oleh semua lapisan
Inovasi
Meskipun perbankan syariah sangat berpeluang untuk membiayai sektor pertanian, namun demikian, pada kenyataannya penyaluran pembiayaan perbankan syariah terhadap sektor pertanian masih relatif kecil, bahkan pada tahun 2010 persentasenya hanya mencapai angka 2,58 persen. Kecilnya alokasi pembiayaan ini selain disebabkan berbagai masalah yang telah disebutkan di atas, juga disebabkan pihak perbankan syariah belum menciptakan inovasi-inovasi untuk mengembangkan dan mendongkrak pembiayaan di sektor pertanian. Inovasi tersebut dapat berupa pendampingan, pelatihan dan penyuluhan bagi para petani. Pelatihan ini tidak terbatas pada bagaimana cara bertani yang baik dan efisien serta menghasilkan produk unggulan, namun perlu juga pelatihan dalam cara membuat proposal atau cash flow usaha dan pengelolaan keuangan untuk mempermudah mendapat akses pembiayaan dari pihak perbankan. Pelatihan semacam ini dapat terlaksana dengan kerja sama antara pihak perbankan Syariah dan universitas dengan memanfaatkan program KKN (Kuliah Kerja Nyata). Materi pelatihan ini difokuskan pada bagaimana cara membuat proposal atau cash flow yang mudah dimengerti petani dan dapat diterima perbankan Syariah. Dengan begitu, cost yang dikeluarkan bank-bank Syariah untuk mengadakan pelatihan ini dapat diminimalisir karena yang terjun langsung ke lapangan adalah mahasiswa yang berperan sebagai volunteer.
Selain itu, inovasi yang perlu dikembangkan dalam skim pembiayaan sektor pertanian berlandaskan syariah adalah pendirian lembaga asuransi syariah pertanian. Khusus untuk asuransi syariah, di samping di dalamnya terdapat konsep berasuransi secara universal, juga terdapat nuansa syariah dalam standar penerapannya. Asuransi syariah menurut Dewan Syariah Nasional adalah usaha untuk saling melindungi dan tolong menolong di antara sejumlah orang melalui investasi dalam bentuk aset dan atau tabarru‘ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko atau bahaya tertentu melalui akad yang sesuai syariah. Apalagi Ajaran Islam memerintahkan umatnya untuk menyantuni orang yang kehilangan harta benda, kematian kerabat maupun musibah lainnya. Tindakan tersebut merupakan wujud kepedulian dan solidaritas (itsar), serta tolong menolong (ta‘awun) antar warga masyarakat, baik muslim maupun non-muslim. Dengan cara demikian rasa persaudaraan (ukhuwah) akan semakin kokoh. Melihat tingginya risiko sektor pertanian, lembaga ini sangat urgen keberadaaanya untuk mengurangi beban petani akibat adanya gagal panen, bencana, serangan hama, dan hal-hal yang tidak diharapkan lainnya. Efek selanjutnya NPL (Non Performing Loan) dari petani akan tereduksi sehingga perbankan akan semakin melirik sektor pertanian.  
 Peran pemerintah juga sangat diharapkan untuk membuka lebih lebar akses pembiayaan sektor pertanian. Masalah yang sangat fundamental dalam pembiayaan ini adalah unsur trust yang kurang dari pihak perbankan terhadap sektor pertanian. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah hendaknya mendirikan sebuah lembaga penjamin kredit sektor pertanian. Lembaga ini bertugas menjamin alokasi kredit yang dikucurkan perbankan syariah sehingga apabila sewaktu-waktu terjadi kredit macet maka pihak bank tidak mengalami kerugian. Besaran jaminan yang ditentukan hendaknya dibahas lebih lanjut oleh para pengambil kebijakan. Berapapun besaran jaminan yang diberikan, paling tidak dapat meningkatkan trust dari perbankan untuk membiayai sektor pertanian. Selain itu, lembaga ini akan menyelesaikan masalah klasik petani, yakni ketidakmampuan menyediakan agunan untuk mendapatkan kredit.
Kesimpulan dan Rekomendasi
            Sektor pertanian memilik peran yang sangat strategis bagi kelangsungan hidup dan penghidupan bangsa Indonesia. Selain menyerap paling banyak tenaga kerja, sektor ini juga memiliki porsi yang signifikan dalam menyumbang PDB. Namun berbagai masalah masih banyak membelit petani dan butuh solusi kongkrit untuk mengatasinya, salah satu yang paling krusial adalah masalah akses pembiayaan.
            Skim pembiayaan syariah dapat menjadi angin segar bagi permasalahan pertanian. Banyak peluang yang dimiliki dari skim ini yakni, bebas bunga;menciptakan rasa adil, cocok dengan budaya petani;maro,mertelu, pertanian merupakan sektor riil;tidak spekulatif, dan bersifat universal.
            Hanya saja porsi dari pembiayaan syariah pada sektor pertanian saat ini sangat minim sehingga diperlukan adanya inovasi-inovasi dari berbagai pihak. Pertama dari pihak perbankan syariah yang bekerjasama dengan  universitas untuk menyediakan volunteer dari mahasiswa program KKN guna memberikan pelatihan berupa pelatihan pembuatan proposal atau cash flow dan pengelolaan keuangan. Kedua, dari pihak swasta atau pemerintah dengan pendirian lembaga asuransi syariah pertanian.  Ketiga, dari pemerintah dengan pendirian lembaga penjamin kredit. Jika semua inovasi ini diterapkan secara maksimal, maka perbankan syariah akan semakin melirik sektor pertanian sehingga permasalahan akses modal dapat teratasi.
            Ketika petani sudah tidak dihadapkan pada permasalahan akses modal, kinerjanya akan lebih optimal sehingga produktifitas juga semakin maksimal. Profitabilitas pun juga meningkat, dan akhirnya kesejahteraan petani akan terwujud. Dilihat dari aspek makro, kesejahteraan petani yang meningkat dapat mengurangi angka kemiskinan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Indonesia juga akan semakin berdaulat dibidang pangan sebab telah terlepas dari ketergantungan akan pihak asing. Krisis pangan dapat dihindari bahkan kita akan kembali menjadi Negara pengekspor bahan pangan dunia.  
“PETANI SEJAHTERA NEGARA JAYA”
           


DAFTAR PUSTAKA
Ashari dan Saptana, 2005, “Prospek Pembiayaan Syariah untuk Sektor Pertanian”, Paper, Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Bogor.
Ali , Mahbubi, 2010, “Ekonomi Islam Substantif”, Artikel
Antonio, M. S, 2001, Bank Syariah dari Teori ke Praktek. Gema Insani Press, Jakarta.
Pembiayaan Syariah Lebih Mengandung Nilai Keadilan, Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol. 27, No.5, 2005
Soekartawi. 1996. Panduan Membuat Usulan Proyek Pertanian dan Pedesaan. Penerbit Andi Yogyakarta. 127 hal.
http://ekonomi.kompasiana.com/agrobisnis/2011/08/15/indonesia-negara-agraris-pengimpor-pangan/, diakses pada tanggal 16 Oktober 2011, pukul 08.00, Surabaya.
bataviase.co.id/node/723852, diakses pada tanggal 16 Oktober 2011, pukul 08.30, Surabaya.
http://www.sinartani.com/opini/agriwacana/748.html, diakses pada tanggal 16 Oktober 2011, pukul 09.30, Surabaya.
http://ksatriaridy.blogspot.com/2010/04/asuransi-pertanian-syariah-sebagai.html , Asuransi Pertanian Syariah Sebagai Solusi Masalah Pertanian Di Indonesia