Laman

Monday, April 8, 2013

Juara I LKIR

Sunday, November 05, 2006


Juara I LKIR Jadikan Ponsel sebagai Saklar

JAKARTA, Sinar Harapan, Jika remaja seusianya di kota-kota besar hanya mampu membawa-bawa pesawat telepon selular (ponsel) pemberian orangtuanya untuk bergaya, tidak demikian halnya dengan Wira Dibya Ratno, Fahmi Ahmad S, dan M Vitrho Herrinsyah. Ketiga siswa SMP Al Hikmah Full Day School, Surabaya, pemenang Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) 2006 bidang Ilmu Pengetahuan Teknik (IPT) itu mampu menggunakan ponsel sebagai saklar peralatan elektronik.Karya berjudul ”Pengendali Listrik Jarak Jauh dengan Pesawat Telepon Selular” itu mampu mengalahkan ratusan karya para seniornya yang duduk di SMA dan membuat mereka meneri tropi dan beasiswa Rp 1 juta per bulan dalam satu tahun. Karya yang mengungkapkan kemampuan pesawat seluler untuk mematikan dan menyalakan peralatan elektronik itu cukup mencengangkan untuk remaja seusianya yang belum lama lepas dari masa kanak-kanaknya. Dengan bimbingan gurunya, Ira Ikadua dan Supriyono, ketiga siswa SMP itu mengajarkan kepada para juri LKIR agar jika pergi ke luar kota sekeluarga tak perlu terus-menerus menyalakan lampu teras karena cukup dengan menekan keypad handphone dari jarak ratusan kilo meter, lampu rumah bisa dinyalakan dan dimatikan. ”Caranya sederhana, cukup menghubungi nomor telepon rumah yang dihubungkan dengan peralatan elektronik itu, setelah terdengar nada sambung, tinggal menekan angka pada keypad handphone untuk menentukan mana peralatan yang akan dihidupkan atau dimatikan, setelah itu handphone dimatikan,” kata Wira.
Alat ini, ujarnya, memerlukan saluran (line) telepon untuk bisa bekerja karena kontrolnya menggunakan saluran telpon. ”Pemasangannya cukup mudah, tinggal disambung dengan line telepon pada box connector yang tersedia dan output-nya dihubungkan ke peralatan yang akan dikendalikan misalnya, lampu, pompa air, AC, dan lain-lain. Jumlah alat yang bisa dimatikan dan dinyalakan tersebut maksimum sembilan buah sesuai dengan keypad pada handphone,” ujar Fahmi menambahkan. Bekerjanya alat ini menggunakan nada dual tone multy frequency (DTMF) yang dihasilkan pesawat telpon seluler pada saat keypad ditekan. Setelah dilakukan panggilan, saluran akan tersambung ditandai dengan adanya nada panggil dan secara otomatis akan ”on” dan siap menerima nada DTMF dari telpon pengendali. ”Nada DTMF diterjemahkan menjadi kode digital sesuai dengan angka yang ditekan sehingga jika pada keypad nomor satu ditekan, akan dibangkitkan nada DTMF yang akan dikirim melalui line telpon, lalu diterjemahkan lagi menjadi digit 1 yang diperkuat dan digunakan untuk menggerakkan relay pengontrol peralatan listrik,” kata Vitrho. Ia juga berharap dengan ditemukannya alat ini masyarakat bisa lebih berhemat lampu listrik jika bepergian ke luar kota.

No comments:

Post a Comment